Catatan Pendek: Kehilangan
Aku pernah mengenal seorang wanita dalam hidupku. Dia berbeda dari wanita-wanita lain yang pernah singgah di pedalaman hati. Bagaimana tidak? Wanita satu itu tak ubahnya panorama indah di kala senja, selain menghangatkan pun dapat membuat siapa saja enggan beranjak pergi. Seperti aku kala itu. Seperti tidak pernah hilang dari ingatan, aku seakan ingat warna baju yang dia pakai kala itu serta aroma tubuhnya yang wangi bagaikan ladang dendelion. Benar, kala itu dia datang di pesta ulang tahunku. Meramaikan sebuah pesta kecil di halaman rumah baru. Dia tidak hanya singgah lalu pergi begitu saja, dulu kami sempat menghabiskan waktu berdua di dapur untuk membuat kue ulang tahun. Lagi dan lagi, aku seperti bisa mengingat setiap rasa dari gigitan kue buatannya. Manis dan lembut, lidahku seperti kembali dimainkan oleh rasa yang tidak pernah hilang itu. Aku berhenti berjalan barang sebentar, lamunan tentang dia pun sekelebat pergi begitu saja. Aku melihat sebuah toko roti yang menyajik...